DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

jordandemo2
Ribuan warga Yordania turun ke jalan pada hari Jumat (7/11) dan menyerukan pemerintah untuk membatalkan perjanjian damai dengan Israel dalam menanggapi eskalasi kekerasan di Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa, situs Arabs48 melaporkan. Para demonstran meneriakkan “kematian bagi Israel” dan menyerukan penutupan kedutaan Israel di Amman.
Untuk pertama kalinya sejak hubungan diplomatik antara kedua belah pihak ditempa, Jordan memanggil pulang duta besarnya untuk Tel Aviv dan mengecam semua pelanggaran terhadap kompleks masjid suci.
Yordania menyalahkan Israel untuk kerusuhan yang sedang berlangsung di kota suci, mengatakan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki dan tuntutan candid ekstrimis Yahudi untuk melakukan ritual di Masjid Al-Aqsa telah memicu kemarahan dari Palestina. Sementara itu, otoritas pendudukan Israel menuduh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menghasut kekerasan di Yerusalem meskipun layanan keamanan yang setia pada Abbas telah menangkap ratusan orang Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan tentara Israel melakukan kekerasan terhadap demonstrasi.
Yordania khawatir bahwa eskalasi di wilayah pendudukan Palestina mungkin menyebar karena sebagian besar warga Yordania adalah keturunan Palestina yang diusir dari rumah mereka selama peristiwa Nakba pada tahun 1948, ketika negara Israel didirikan. (mk/knrp)
Editor: Mashan Khoiriyah
Sumber: Middle East Monitor

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI