DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

Warga Palestina melakukan sholat Jumat di jalanan, karena pembatasan pintu masuk Pemerintah Israel ke Masjid Al-Aqsa untuk Palestina di Yerusalem pada tanggal 31 Oktober 2014.
Warga Palestina melakukan sholat Jumat di jalanan, karena pembatasan pintu masuk Pemerintah Israel ke Masjid Al-Aqsa untuk Palestina di Yerusalem pada tanggal 31 Oktober 2014.

GAZA CITY — Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) mengklaim dua anggota mereka yang tewas dalam upaya mengebom sinagog Israel menjadi ancaman bagi Israel. PFLP menyampaikan Israel tidak akan selamat sebelum warga Palestina bebas.
Dalam publikasinya, anggota Komite Tinggi PFLP, Khalil Magdesi mengatakan, serangan dua anggota mereka merupakan respons alamiah atas kebijakan rasial dan kejahatan okupasi wilayah.
Okupasi wilayah Jerusalem ini juga disebut menjadi biang persoalan Israel dan Palestina. PFLP akan terus melakukan serangan terhadap institusi yang melakukan okupasi.
“Jerusalem tidak akan tenang sebelum warga Palestina merdeka,” demikian potongan pesan Magdesi seperti dilansir Maan News, Kamis (20/11).
Bagi PFLP, opsi yang dimiliki Palestina saat ini adalah bertahan dengan segala upaya. Serangan balik jadi bentuk perlawanan kolonialisme atas tanah Palestina. PFLP mengatakan hanya akan menyerang wilayah yang memang menjadi milik warga Palestina.
Magdesi menekankan konflik Palestina-Israel bukanlah konflik Muslim-Yahudi. Sebab Muslim sudah hidup bersama Yahudi selama ratusan tahun. Yang dilawan adalah agenda kolonialisme yang dibawa. (mk/knrp)
Sumber: Republika Online

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI