turkidemo
ISTANBUL – Aktivis pro-Palestina meneriakkan slogan-slogan dan mengangkat bendera setelah shalat Jumat di Istanbul sebagai bagian dari protes nasional melalui pasukan keamanan serangan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
Sekitar 1.000 pengunjuk rasa berkumpul di halaman Masjid Fatih di Istanbul, mengutuk apa yang mereka sebut “agresi Zionis di tempat suci yang kudus.”
Pasukan keamanan Israel telah menyerbu Masjid Yerusalem dan menembakkan tabung gas air mata dan peluru karet, Rabu, menyusul bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina. Masjid ini terletak di sebuah situs suci bagi orang Yahudi dan Muslim di kota dibagi.
Kolumnis Abdurrahman Dilipak menjelaskan di koran Turki bahwa tindakan pasukan Israel ‘sebagai “kekerasan, gila dan berbahaya.”
Ketegangan semakin tinggi di Yerusalem Timur karena penutupan kompleks Al-Aqsa di Palestina setelah terjadinya rabi ekstremis yang ditembak dan terluka.
Palestina lebih marah karena polisi Israel menembak mati seorang pria Palestina yang mengaku telah menjadi tersangka dalam penembakan itu.
Serangan Rabu itu pertama sejak 1967, ketika tentara Israel menduduki kota.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai serangan tersebut sebagai tindakan “barbar.”
Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi menyebut daerah sebagai ‘Temple Mount,’ mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Demonstrasi menentang serangan juga terjadi di banyak provinsi selain di Turki yang dipimpin oleh LSM dan kelompok aktivis solidaritas Palestina. (mk/knrp)
Editor: Mashan Khoiriyah
Sumber: Anadolu Agency