Heavy weather conditions negatively affected Gaza schools
Aya Al-Ajlah (11 tahun), seorang siswi di Gaza, sedih karena buku catatan sekolahnya tenggelam dalam air hujan yang mengalir dari jendela kelasnya. Semua jendela kaca panel kelas hancur akibat perang Israel terbaru di Jalur Gaza. Dia duduk di samping jendela yang pecah di sekolah yang menjadi sasaran rudal Israel yang terletak di Shujaiya, di perbatasan timur Gaza.
Al-Ajlah menceritakan kepada jurnalis dari Anadolu Agency bahwa jendela ditutupi dengan potongan-potongan plastik robek, yang memungkinkan udara dingin dan air hujan merembes masuk. Dia menyebut pada badan-badan resmi yang bertanggung jawab untuk rekonstruksi Jalur Gaza agar segera menyikapi menindaklanjuti sekolah-sekolah yang rusak akibat agresi Zionis dan memberikan hak siswa siswi Gaza untuk belajar dalam lingkungan yang layak.
Dia berkata: “Udara dingin dan air hujan merembes melalui plastik cukup mengganggu belajar kami karena kami kedinginan sepanjang hari dan ini mengalihkan konsentrasi kita.”
Taghreed Al-Areer, yang bekerja sebagai guru sains di sekolah yang sama, mengeluh tentang dampak negatif perang Israel baru-baru ini di Jalur Gaza telah, terutama pada sekolah-sekolah.
Dia menuntut agar sekolah-sekolah di Gaza dibangun kembali agar melindungi siswa dari musim dingin dan juga melindungi mereka karena mereka dekat dengan perbatasan yang memisahkan Gaza timur dari Israel.
Menurut Departemen Palestina Pendidikan di Gaza, perang yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza pada tanggal 7 Juli rusak 244 sekolah, 70 di antaranya adalah sekolah UNRWA dan 174 sekolah pemerintah. Beberapa 26 sekolah tersebut hampir sepenuhnya hancur.
Departemen Pendidikan dan Pendidikan Tinggi di Jalur Gaza menyerukan kepada masyarakat internasional, negara-negara donor, dan negara-negara yang menghadiri rekonstruksi konferensi Gaza, untuk segera turun tangan dan cepat merekonstruksi sekolah, terutama karena musim dingin mendekat.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu mengatakan: “Ada masalah nyata yang dihadapi proses pendidikan karena fakta bahwa bahan bangunan dan konstruksi belum diizinkan masuk ke Gaza. Selain itu, siswa juga menderita karena penghancuran rumah mereka. Ditambah lagi mereka menderita akan kondisi sekolah mereka yang rusak di timur Khan Younis, serta semua wilayah timur dan utara Gaza. ” (mk/knrp)
Editor: Mashan Khoiriyah
Sumber: Middle East Monitor