bentrokan

Jerusalem – Wakil Ketua Parlemen Zionis “Knesset”, Moshe Figlin, bertekad menyerbu masjid al aqsha hari ini, Senin (13/10/2014) di hari raya singgasana Yahudi, dikawal sejumlah rabbi Yahudi dan anggota organisasi mahasiswa kuil.

Figlin mengatakan, “Saya meminta PM Benyamin Netanyahu untuk mengusir kaum muslimin dari masjid al Aqsha dan mengizinkan orang-orang Yahuni menunaikan ritual mereka di dalamnya.” Dia mengingatkan bahwa hari ini akan menjadi hari ujian bagi kepolisian Zionis.

Hari Ahad kemarin kepolisian penjajah Zionis menutup al Aqsha bagi pemukim pendatang Zionis yang bertekad menyerbu masjid, setelah mendapatkan perlawanan sejumlah kaum muslimin yang bersiaga di dalamnya, khawatir meletus konfrontasi sengit yang tidak bisa dikendlikan.

Figlin menyerang keputusan kepolisian penjajah Zionis tersebut. Figlin mengatakan, “Gerakan Hamas dan ISIS menguasai bukit kuil (yakni masjid al Aqsha) di hari keempat secara berturut-turut. Pernyataan PM seputar kemenangannya atas Hamas dan Hizbullah hari ini membentur karang realita nyata di bukit kuil di kota al Quds.”

Figlin juga menyerang menteri keamanan dalam negeri Zionis. Dia mengatakan, “Dia melarang polisi pendudukan menangkap para perusak yang berada di jantung ibukota, menolak pembebasan bukit kuil dari mereka dan mengizinkan orang-orang Yahudi naik ke sana di hari raya singgasana pada hari yang keempat secara berturut-turut.”

Dia menilai polisi mengalami kekalahan telak menghadapi “organisasi teroris”. Dia menyatakan bahwa harga untuk itu akan mahal. Dia mengatakan, Netanyahu bertanggung jawab penuh atas akibatnya. Dia menyerukan dikeluarkannya instruksi segera untuk mengeluarkan semua kaum muslimin dari masjid al Aqsha pada hari raya singgasana guna memudahkan orang Yahudi masuk ke sana dengan bebas dan aman. (mk/knrp)

Sumber:  Info Palestina