DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

jewsnwomen
JERUSALEM – Seorang pemukim Yahudi pada hari Selasa menyerang seorang wanita Palestina di luar kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur, polisi Israel melarang jamaah Muslim dari memasuki tempat suci.
Pemerintah Israel membatasi masuknya jamaah Muslim ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa sementara puluhan pemukim Yahudi diperbolehkan masuk  ke kompleks melalui Gerbang Al-Magharbeh dengan bantuan polisi , jelas seorang koresponden Anadolu Agency melaporkan dari tempat kejadian.
Puluhan perempuan Palestina melakukan aksi protes di luar masjid kompleks Al-Silseleh Gate, meneriakkan slogan-slogan melawan penjajahan Israel.
“Semoga jiwa kita dikorbankan untuk Al-Aqsa!” teriak mereka serempak. “Jangan putus asa, sesungguhnya Allah beserta kita!”
Seorang pemukim Yahudi berusaha untuk menyerang seorang wanita Palestina saat ia keluar kompleks melalui gerbang yang sama. Sementara itu, pemukim Yahudi yang tinggal di dekat daerah tersebut, meludahi para demonstran Palestina dari jendela mereka.
Ikrema Sabri, seorang imam di Masjid Al-Aqsa dan mantan mufti untuk wilayah Palestina, juga dilarang masuk ke masjid oleh polisi Israel.
Polisi Israel menahan paksa Sabri ketika ia mencoba untuk menentang pembatasan.
Pasukan Israel juga menangkap seorang pemuda Palestina di Gerbang Damaskus Kota Tua Yerusalem dan mencoba untuk mencegah wartawan meliput insiden tersebut.
Serangan juga terjadi hari Selasa setelah pasukan keamanan Israel bentrok dengan demonstran Palestina yang memprotes pembatasan Al-Aqsa.
Tentara Israel menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa.
Setidaknya 20 warga Palestina – kebanyakan dari mereka perempuan – terluka dalam bentrokan hari Senin, jelas salah seorang anggota Bulan Sabit Merah. (mk/knrp)
Sumber: Anadolu Agency

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI