140915013231_essam_512x288_bbc_nocredit

Lebih dari 400.000 warga di Jalur Gaza kehilangan tempat tinggal mereka akibat operasi militer Israel. Seorang tukang cukur menceritakan bagaimana ia berusaha bertahan hidup di antara puing-puing reruntuhan.

Essam Habib membuka usaha cukurnya di Jalan Habib di distrik Shejaiya 18 bulan yang lalu. Meski pertempuran yang baru-baru ini terjadi membawa kehancuran di lingkungan sekitarnya, tapi kios dan rumah keluarganya tetap berdiri.

“Banyak orang kehilangan rumah mereka dan semua pelanggan sudah pergi, tapi kami tetap berusaha mencari sedikit nafkah agar kami bisa makan,” kata Essam.
“Saya tidak punya pilihan selain membersihkan kios, kembali bekerja dan berdoa agar Tuhan memberkahi kami. Tidak ada air yang mengalir jadi kami menyimpan air di dalam ember untuk membersihkan wajah dan leher pelanggan,” tambahnya.
Pipa-pipa air di Shejaiya rusak dan tidak ada lagi aliran listrik sehingga Essam menggunakan generator ketika ia memangkas rambut dengan pencukur listrik.
Seperti kebanyakan warga di sana, Essam juga berduka karena kehilangan sanak keluarga. Bibi dan paman serta anak-anak mereka meninggal dunia dalam serangan udara Israel.
“Saya berdoa semoga krisis ini segera usai,” kata Essam. (mk/knrp)
Sumber: BBC Indonesia