DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

160734_benyaminnetanyahuafp
Tel Aviv – Presiden Palestina Mahmud Abbas menyebut Israel melakukan kejahatan genosida di Jalur Gaza dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. “Saya akan menyangkal kebohongan itu,” demikian respons PM Israel Benyamin Netanyahu.
Hal itu disampaikan Netanyahu saat hendak terbang menuju New York untuk berbicara di depan Sidang Umum PBB, demikian seperti dilansir dari AFP, Minggu (28/9/2014).
“Dalam pidato saya di Sidang Umum, saya akan menyangkal kebohongan yang ditujukan pada kami, dan saya akan memberitahu kebenaran tentang negara kami dan tentara-tentara IDF (Israel Defense Force) yang heroik, tentara yang paling bermoral di dunia,” kata Netanyahu di apron Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv, Israel sebelum masuk ke dalam pesawat.
Netanyahu akan berpidato di Sidang Umum PBB di New York pada Senin (29/9/2014), kemudian dijadwalkan akan ke Washington DC untuk bertemu Presiden Barack Obama di Gedung Putih pada Rabu (1/10/2014).
Sebelumnya, setelah pidato Presiden Palestina Mahmud Abbas di Sidang Umum PBB pada Jumat (26/9/2014) lalu, kantor PM Netanyahu mengeluarkan rilis sebagai respons pidato Abbas.
“Di dalam pidato Sidang Umum saya dan semua pertemuan saya, saya akan mewakili warga Israel dan akan- atas nama warga- menyangkal fitnah dan kebohongan yang ditujukan pada negara kami. Setelah pidato tipuan Presiden Iran dan pidato hasutan Abu Mazen, saya akan mengatakan kebenaran atas nama warga Israel ke seluruh dunia,” kata Netanyahu dalam pernyataannya di rilis itu.
Sebelumnya Presiden Palestina Mahmud Abbas menyebut agresi Israel ke negaranya dengan istilah ‘genosida’ dalam pidatonya di Sidang Umum PBB.
“Ada pendudukan yang harus dihentikan sekarang. Ada rakyat yang harus dibebaskan segera. Saatnya kemerdekaan negara Palestina telah tiba,” cetus Abbas berapi-api seperti dilansir AFP, Sabtu (27/9/2014).
Abbas pun bersumpah akan menuntut Israel atas dakwaan kejahatan perang terkait dengan operasi militer yang dilancarkan di Gaza beberapa waktu lalu. Sebanyak 2.140 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, tewas selama operasi militer yang berlangsung 50 hari tersebut.
Abbas menyebut serangan-serangan Israel di Gaza tersebut sebagai “kejahatan genosida.” “Kami tak akan melupakan dan kami tak akan memaafkan, dan kami tak akan mengizinkan para penjahat perang lolos dari hukuman,” tegas Abbas.
“Itu (perang di Gaza) merupakan serangkaian kejahatan perang mutlak yang dilakukan di depan mata dan telinga seluruh dunia,” pungkas Abbas. (mk/knrp)
Sumber: Detiknews

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI