An Israeli soldier gestures from atop a tank after crossing the border back into Israel
YERUSALEM — Serangan Israel ke jalur Gaza beberapa bulan lalu, membuat wisatawan enggan mengunjungi Israel. Akibatnya kunjungan wisatawan ke Israel mengalami penurunan hingga 36 persen.
Serangan Israel ke Jalur Gaza benar-benar memukul industri pariwisata Israel yang tengah berkembang. Akibatnya perusahaan pariwisata negeri Zionis itu menderita kerugian ratusan juta dolar dan memicu kekhawatiran bahwa serangan susulan akan terus terjadi.
“Tantangan kita adalah bagaimana mencegah pembatalan (yang terus terjadi). Meskipun perang sudah berlalu sejak sebulan lalu, masih ada pikiran di kalangan wisatawan bahwa tidak aman untuk melakukan perjalanan disini,” kata Oded Grofman dari Asosiasi Operator Tour Israel seperti dikutip dari media The Associated Press (AP), Senin (29/9).
Perang Israel melawan Hamas terjadi pada Juli dan Agustus 2014 lalu. Padahal, masa-masa itu merupakan awal puncak musim wisatwan. Akibat agresi Israel, lebih dari 2.100 warga Palestina dan 72 orang di pihak Israel tewas. Israel dan Hamas kemudian menandatangani gencatan senjata pada 26 Agustus.
Namun gambar dan foto mengerikan dari perang Gaza yang disiarkan ke seluruh dunia membuat wisatawan takut untuk berkunjung ke Israel. Salah satu roket yang mendarat di dekat bandara internasional Israel membuat penerbangan Amerika dan Eropa ditunda selama 48 jam dan membuat menurunnya industri pariwisata lokal.
Padahal sebelum perang, Israel berharap tahun ini dapat memecahkan rekor pengunjung wisata. Sejak pemberontakan Palestina kedua mereda hampir satu dekade lalu, Israel telah menikmati booming pariwisata, dengan sebanyak 3,6 juta pengunjung asing ke negeri itu tahun lalu.
Pariwisata sekarang diperkirakan 5 miliar dolar AS industri dan menyediakan lebih dari 110.000 lapangan kerja di Israel. Tetapi perang menyebabkan pengunjung asing ke Israel menurun sampai 31 persen dibandingkan periode yang sama pada 2013.
Bahkan penurunan kunjungan pada bulan Agustus 2014 mencapai 36 persen. Jumlah pengunjung selama bulan itu merupakan yang terendah sejak Februari 2009. Kementerian Pariwisata Israel memperkirakan kerugian sekitar 544 juta dolar AS.
Selain wisatawan, perang juga membuat banyak seniman yang yang dijadwalkan untuk muncul di Israel pada musim panas ini seperti Neil Young, Backstreet Boys dan Lana Del Rey akhirnya batal tampil.
Kemerosotan di bidang pariwisata terjadi di tengah perlambatan ekonomi yang lebih luas di Israel. Beberapa ekonom khawatir negara itu mungkin menuju resesi. Perang Gaza dan efek sampingnya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Bank of Israel kemudian mengambil langkah-langkah untuk merangsang ekonomi, menurunkan tingkat suku bunga menjadi 0,25 persen atau yang terendah selama ini. Industri Pariwisata Israel berharap dapat bangkit kembali. Kementerian Pariwisata Israel mengatur untuk memulai kampanye di pasar AS, Jerman, dan Rusia. Diharapkan dengan kampanye ini dapat menarik kembali wisatawan, termasuk komunitas Yahudi, dan Kristen.
“Orang-orang di luar negeri mungkin merasa bahwa hal-hal disini tidak aman tapi ini adalah negara yang sangat, sangat aman. Kami ingin berbagi dengan pengunjung potensial kami,” kata Menteri Pariwisata Israel Uzi Landau. (mk/knrp)
Sumber: Republika