DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

100133_cek12
Kairo – Bantuan dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina masih tertahan di Kairo. Dalam nota jawaban dari Mesir, tertahannya bantuan dari Indonesia untuk Palestina karena syarat yang tidak terpenuhi.
“Kami (pemerintah Mesir) tidak keberatan dengan bantuan untuk Palestina, kecuali ambulans tidak diperbolehkan,” ujar Dubes RI di Kairo Nurfaizi Suwandi membacakan nota jawaban dari pemerintah Mesir.

Nurfaizi membacakan nota itu dalam pertemuan dengan delegasi DPR di gedung KBRI di Kairo, Mesir, Senin (22/9/2014). Kepala Fungsi Politik KBRI di Kairo Meri Binsar Simorangkir menambahkan tertahannya bantuan Indonesia karena lembaga-lembaga kemanusiaan tersebut tidak memenuhi syarat dan prosedur yang ditetapkan pemerintah Mesir.
Meri mengatakan 4 jenis bantuan yang ditetapkan pemerintah Mesir untuk masyarakat Palestina yaitu kendaraan non ambulans, makanan (selain gandum), obat-obatan, dan peralatan/material kecuali bahan bangunan.
Menurut Meri, hal tersebut sudah disosialisasikan Kemenlu kepada LSM-LSM kemanusiaan di Indonesia pada Agustus lalu. Pihak Kemenlu juga sudah menyampaikan soal prosedur pengiriman bantuan.
“Bantuan-bantuan itu juga harus di-listing detail nama, jenis dan spesifikasinya. Kemudian menyampaikan ke Kemenlu di Jakarta. Kemenlu berkoordinasi dengan kedutaan Mesir, lalu mereka menyampaikannya ke Kemenlu Mesir di Kairo,” jelas Meri.
Setelah itu, lanjut dia, Kemenlu di Mesir mengeluarkan persetujuan permohonan. Penyaluran bantuan asing harus melalui Bulan Sabit Merah Mesir atau Bulan Sabit Merah Palestina di Kairo.
“Para perwakilan baru datang setelah barangnya dikirim ke sini. Mereka perwakilan saja 2-3 orang untuk mendampingi penyaluran oleh BSM Mesir atau Palestina,” jelas Meri.
“Satu lagi, Mesir tidak mengizinkan bantuan dalam bentuk uang langsung. Harus dalam bentuk barang,” cetusnya lagi.
Dubes Nurfaizi juga menambahkan, pemerintah Mesir belum mengizinkan masuknya relawan lembaga kemanusiaan RI ke Gaza. Pemerintah Mesir hanya mengizinkan masuknya bantuan.
“Kita bisa mengerti situasi ini. Karena Mesir adalah negara yang sangat besar di kawasan, sehingga dia harus bisa menyeimbangkan pihak-pihak di kawasan. Menjaga stabilitas keamanan,” tambahnya.
“Kami harapkan lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia ini bisa mengikuti prosedur ini dan memahami situasinya,” pungkas Nurfaizi. (mk/knrp)
Sumber: detiknews

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI