DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

230003_620
Jerusalem – Badan intelijen sinyal Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) memberikan informasi pribadi kepada intelijen militer Israel tentang orang Arab dan Palestina-Amerika yang tetap melakukan kontak dengan warga Palestina di Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Soal ini ditulis analis intelijen James Bamford di The New York Times, Rabu 17 September 2014.

Menurut James Bamford, NSA menyerahkan catatan panggilan telepon dan e-mail korespondensi antara orang Palestina dan kerabat mereka di Amerika Serikat kepada Unit 8200, badan intelijen sinyal militer Israel. Unit ini menjadi sorotan publik setelah prajurit yang bertugas di badan ini membuat surat protes atas metode yang digunakannya dalam mengumpulkan informasi intelijen di daerah pendudukan Palestina.
Akhir pekan lalu, Angkatan Bersenjata Israel (IDF) menolak klaim yang dibuat oleh 43 pasukan cadangannya yang bertugas di Unit 8200. Dalam surat protesnya, pasukan cadangan itu menyatakan penolakan mereka untuk bertugas karena adanya serangkaian pelanggaran terhadap perilaku yang tepat dalam kegiatan Unit 8200 di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Surat itu, yang ditujukan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Benny Gantz, dan kepala cabang intelijen IDF, Mayjen Aviv Kochavi, menyatakan “fungsi utama dari Unit 8200 di wilayah itu untuk mengontrol bangsa lain.”
“Intelijen yang dikumpulkan (di Tepi Barat) merugikan orang yang tidak bersalah dan digunakan untuk kebutuhan penganiayaan politik dan melanggar privasi warga Palestina,” bunyi surat itu. “Kami sungguh-sungguh tidak mampu terus bertugas dengan sistem seperti ini.”
Unit 8200 adalah badan intelijen sinyal-utama militer. Juru Bicara IDF mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Unit 8200 bekerja setiap hari sejak pendiriannya untuk mengumpulkan informasi intelijen, yang memungkinkan IDF dan badan-badan keamanan menjalankan tugasnya. Ini membantu menjaga keamanan warga sipil Israel setiap hari.”
Juru bicara itu juga mengatakan bahwa klaim yang dibuat oleh beberapa orang yang menandatangani surat protes itu “tidak diketahui Direktorat Intelijen Militer.” Sikap para pembuat surat protes, yang berbicara kepada media sebelum berbicara kepada komandan mereka atau petugas yang relevan di IDF, kata sang juru bicara, “aneh dan menimbulkan keraguan tentang keseriusan klaim itu.”
Dalam tulisannya di New York Times, Bamford mengatakan bahwa informasi yang diberikan oleh NSA kepada Unit 8200 tak lazim. Sebab, badan intelijen sinyal AS itu tidak menyembunyikan identitas warga Palestina yang dilaporkan terlibat dalam komunikasi dengan keluarganya di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Biasanya, NSA menyembunyikan identitas seseorang jika berbagi informasi dengan badan intelijen negara lain.
Bamford memiliki kepakaran di bidang intelijen, khususnya soal operasi NSA. Ia penulis buku: The Puzzle Palace: Inside the National Security Agency, America’s Most Secret Intelligence Organization (2001); Body of Secrets: Anatomy of the Ultra-Secret National Security Agency (2002); dan The Shadow Factory: The Ultra-Secret NSA from 9/11 to the Eavesdropping on America (2008). (mk/knrp)
Sumber: tempo.co.id

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI