tembok-israel-yang-memenjarakan-warga-palestina-_140823144512-362
YERUSALEM — Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada Ahad (28/9) melaporkan bahwa sekitar 25 persen rumah-rumah baru yang dibangun masyarakat Israel di Yerusalem pada semester pertama tahun 2014, berada di wilayah yang telah dicaplok yaitu di sebelah timur Yerusalem.
Dewan Kota Yerusalem beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa antara 1 Januari dan 30 Juni 2014 akan dibangun 2.100 rumah di wilayah tersebut. Namun, lokasi konstruksi tidak disebutkan terjadi dimana.
Israel memang mengklaim seluruh kota di Yerusalem Timur adalah satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari negara Yahudi. Saat ini, sekitar 200.000 pemukim Israel juga tinggal di Yerusalem Timur.
Pengawas pendudukan wilayah dari Peace Now, Hagit Ofran mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sekitar seperempat dari rumah baru berada di pemukiman di wilayah Arab telah diduduki oleh Israel semenjak Perang Enam Hari tahun 1967. Wilayah Yerusalem Timur yang diduduki itu kemudian dianeksasi (dicaplok) dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
”Kita bicara tentang sekitar 500 rumah. Angka tersebut terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir,” katanya seperti dikutip dalam laman Al Arabiya, Senin (29/9) .
Tak heran, pembangunan pemukiman Israel di Yerusalem Timur menjadi sumber kecaman internasional. Padahal Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara.
Pemerintah Kota Yerusalem Timur menyebutkan ada sekitar 306.000 warga Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur yang status sipilnya adalah warga, bukan warga negara. Jumlahnya sekitar 38 persen dari keseluruhan populasi kota. (mk/knrp)
Sumber: Republika