Bandung (15/6) – Sekitar 8 ribuan massa dari berbagai usia dan kalangan memadati gedung Sasana Budaya Ganesha di Bandung. Massa tersebut menghadiri Konser Kemanusiaan Peduli Palestina yang diselenggarakan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) dan Front Pembela Al Aqsho (FPA), Ahad (15/6).

Ketua Umum KNRP Soeripto dalam orasi kemanusiaannya mengatakan bahwa, membantu membela rakyat Palestina ini, dengan memberikan bantuan kemanusiaan seperti mengadakan konser amal, merupakan cara atlernatif.

“Diplomasi kita di PBB sangat lemah dan lama sekali, memberikan bantuan secara militer ke Palestina juga tidak mungkin, karena mempertahankan, mengurus negeri sendiri juga masih sulit, maka dengan konser kemanusiaan ini menjadi cara lainnya membantu rakyat Palestina” katanya dihadapan ribuan massa.

Ikut hadir dan memberikan orasi kemanusiaan Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) sekaligus Ketua Forum Indonesia Pedulis Syam (FIPS) Bachtiar Nasir. Dalam orasinya Bachtiar lebih menekankan kepada massa yang hadir tentang pentingnya berjihad, khususnya jihad harta bagi seorang mukmin.

“Orang yang tidak mau menyerahkan hartanya di jalan Allah berarti membiarkan umat ini dikuasai oleh orang lain dan membiarkan dirinya dikuasai oleh musuh, dan kesimpulannya orang yang tidak berani jihad harta sebetulnya adalah orang sedang menjerumuskan dirinya ke dalam kehancuran,” tegasnya yang disambut dengan gemuruh takbir.

Turut hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di akhir acara. Beliau juga ikut berpartisipasi saat sesi lelang dan membeli hiasan dinding yang dibawa langsung Syaikh Mahmoud dari Palestina dengan harga 100 juta rupiah.

Sementara Ketua Umum FPA KH. Wildan Hakim MA mengatakan saat jumpa pers bahwa acara konser kemanusiaan ini setidaknya dilandasi oleh dua hal. Pertama, hutang moral, karena Palestina merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Kedua, adalah berkaitan dengan Al-Quds yang sedang dikuasai oleh Yahudi. Al-Quds ini harus dibebaskan, karena Al-Quds bukan hanya milik Palestina, tapi milik semua umat Islam khususnya, karena disitu ada masjid Al-Aqsho, tempat transit Nabi Muhammad SAW ketika Mi’raj.

“Berdasarkan dua hal di atas, maka kami KNRP beserta FPA dan juga elemen ormas serta seluruh aktivis peduli Palestina, bahu membahu untuk memperjuangkan cita-cita dan amanah besar dari negeri ini,” katanya saat konferensi pers.

Konser yang menampilkan penyanyi religi Opick, Fadly Padi, Ebith Beat A, Izzatul Islam, serta Shoutul Harokah ini berhasil menghibur masyarakat Indonesia, khususnya warga kota Bandung. Hasil dari penggalangan dana dan lelang yang telah terkumpul hampir 500 juta rupiah tersebut akan disalurkan kepada para pengungsi Palestina yang tersebar di Jordania, Libanon dan Suriah.konser-bandung