DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI

Palestinians wave Hamas flags during a rally in Nablus

Menlu Amerika Condoleezza Rice ketika itu, meminta kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas, agar Pemilihan Anggota Parlemen Palestina, yang dilangsungkan 17 Juli 2006  diundurkan, sampai waktu yang tidak ditentukan. Ada kekhawatiran dari pihak Israel dan Amerika, jika pemilu digelar akan dimenangkan Hamas. Implikasinya dapat mengubah peta politik di Palestina, bahkan dapat menggagalkan seluruh skenario yang sekarang dirancang oleh Perdana Menteri Ariel Sharon dan Presiden George W Bush, tentang masa depan Palestina.

Kekhawatiran Israel dan Amerika sangat beralasan. Pasalnya, dalam pemilu pendahuluan untuk memilih Dewan Kota, menunjukkan kecenderungan Hamas dan kelompok Gerakan Islam (Islamiyun), berhasil merebut di beberapa daerah pemilihan, mengungguli kelompok Sekuler, Sosialis dan Organisasi Al-Fatah, yang merupakan wujud baru dari PLO. Perubahan peta politik yang terjadi di Palestina ini cukup merisaukan pihak Israel dan Amerika. Maka, pernyataan Menlu AS, Condoleezza Rice, yang menginginkan penundaan, hanyalah taktik yang bertujuan menggagalkan kemenangan politik yang hendak diraih Hamas.

Pemilu yang memilih 903 Anggota Dewan Kota, Hamas mendapatkan 320 kursi, sedangkan Al-Fatah 316 kursi. Hasil Pemilu yang disahkan pada tanggal 28, April lalu, setidaknya Hamas mengungguli Al-Fatah di 37 daerah pemilihan. Namun, jika suara Hamas, digabungkan dengan kelompok Gerakan Islam (Islamiyun), yang mendapat 32 kursi, dan sebagian kelompok Independen, yang pro-Hamas, maka kekuatan politik Hamas, di Dewan Kota, jauh lebih besar lagi, bila dibandingkan Al-Fatah, atau kelompok-kelompok Sekuler. Dukungan politik dari kelompok-kelompok masyarakat Palestina kepada Hamas, menggambarkan perubahan politik di wilayah itu. Khususnya, dalam menghadapi agresi Israel.

Dalam pemilihan Dewan Kota, Hamas memenangkan di daerah pemilihan Al-Quds, Ramallah, Jenin, Nablus, Qalqiliyah, Baithlehem, Al-Khalil, Gaza dan beberapa daerah lainnya.

Kemenangan Hamas dalam pemilihan Dewan Kota, sudah dapat menjadi indikator, pemilihan Parlemen, yang akan digelar pada bulan Juli, mendatang. Dari komposisi dukungan yang diperoleh Hamas, menggambarkan, terjadinya pergeseran suara dikalangan rakyat Palestina, yang semakin besar dukungan politik terhadap Hamas. Ini artinya pola perjuangan yang dilakukan Hamas mendapatkan dukungan dari rakyat Palestina. Tentu, kemenangan politik Hamas, terutama dalam mengisi Dewan Kota, dapat mempertegas langkah-langkah Hamas di masa depan, terutama dalam melakukan negosiasi politik dengan pemerintahan Mahmud Abbas. []

BERSAMBUNG

DOWNLOAD Aplikasi Android KNRP Sekarang di Play Store, KLIK DI SINI